11 Maret 2008

MENGURAI BENANG KUSUT KORUPSI DI INDONESIA

Oleh: Heri Ispriyahadi

Kompas hari ini tanggal 11 Maret 2008, memuat berita bahwa Indonesia menduduki juara ketiga dalam hal korupsi di Asia setelah Phlipina dan Thailand versi PERC (Political and Economic Risk Consultancy). Peringkat ketiga tersebut atas dasar hasil survey terhadap 1400 warga asing pelaku bisnis pada bulan Januari dan Februari 2008. Hasil ini jelas tidak ada yang dibanggakan bahkan membuat muka kita tercoreng. Tidak hanya PERC, berbagai survey juga menunjukkan bahwa Indonesia selalu menduduki peringkat tinggi untuk masalah korupsi.
Korupsi kenapa sulit diberantas di tanah air tercinta ini? kalau kita runut penyebabnya karena korupsi yang terjadi di Indonesia sudah sedemikian kompleks dan luas. Bahkan bisa dikatakan korupsi sudah mendarah daging dan menyatu dalam diri oknum aparatur pemerintah dari tataran yang paling rendah sampai pucuk pimpinan tertinggi. Padahal ajaran agama apapun jelas-jelas menyatakan korupsi adalah perbuatan terlarang. Berbagai alasan-alasan pembenaran pelaku korupsi dikemukan dari gaji yang terlalu rendah, kesejateraan yang minim sampai biaya hidup yang terus merangkak naik. Kalau dihitung secara matematis memang gaji yang diterima oleh pegawai pemerintah sangat rendah dan sulit untuk bertahan sampai akhir bulan. Namun apakah korupsi sebagai jalan keluar untuk mengatasi kesulitan hidup ini. Kalau mau jujur sebenarnya masih banyak saudara-saudara kita yang lebih menderita dari para aknum aparatur pemerintah kita. Bukan jalan pintas korupsi yang seharusnya dipilih akan tetapi kerja keras dengan mencari ridho Allah SWT yang sebaiknya dilakukan.
Namun ironisnya, korupsi yang dilakukan dengan menisbikan ajaran agama dan telah menjadi budaya yang sulit diberantas. Pegawai baru yang masih polos dengan integritas yang baik pun sulit untuk membendung arus korupsi yang begitu kuat. Tidak tahan arus yang sedemkian kuat akhirnya mereka pun terseret masuk ke dalam lingkaran kourpsi. Akhirnya, saat pertama kali menerima hasil korupsi hati mereka campur aduk antara takut dan bersalah. Perasaan tersebut berangsur-angsur menghilang seiiring dengan merebaknya korupsi di tempat dia bekerja dan tidak ada resiko yang dia tanggung karena korupsi yang dilakukan sudah dapat dikatakan sebagai korupsi berjamaah. Iman yang mulai tergerus dan kenikmatan duniawi yang dirasakan membuat korupsi yang dilakukan semakin menjadi-jadi.
Kalau kita perhatikan berbagai korupsi di Indonesia sudah sedemikian parah. Setiap hari mass media cetak dan televisi menyiarkan berbagai kasus korupsi. Namun hasil sidang kourpsi sering mengecewakan karena si pelaku yang sudah merugikan negara berhasil mempengaruhi sang penegak keadilan sehingga mereka mendapat hukuman yang ringan tidak setimpal dengan perbuatannya. Di sisi lain pelaku kriminal kecil-kecilan harus merasakan hukuman berat yang tidak sebanding dengan hasil kejahatannya. Kondisi inilah yang membuat korupsi semakin subur dan sulit untuk diberantas.
Apakah kita menyerah dengan keadaan ini dan membiarkan kejahatan korupsi merajelela di tanah air tercinta. Seharusnya tidak, kita harus tetap yakin dan percaya bahwa korupsi harus dimusnahkan di bumi tercinta ini. Mungkin tidak bisa langsung secara drastis, pemberantasan harus dilakukan secara terus menerus atau berkesinambungan. Jangan hanya untuk konsumsi politik,maka pemberantasan dilakukan hanya sporadis dan tebang pilih. Korupsi jelas memberikan dampak sangat merugikan bagi perekonomian. Investor-investor asing yang diharapkan menjadi tambang untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat satu persatu meninggalkan Indonesia karena tidak tahan berhadapan dengan aparatur-apratur pemerintah yang korup. Mereka harus mengeluarkan biaya-biaya siluman yang jumlahnya tidak sedikit. Kondisi ini menyulitkan mereka dalam berusaha karena harus menanggung ekonomi biaya tinggi sehingga sulit bersaing. Tidak hanya pengusaha asing, pebisnis lokal pun juga merasakan besarnya biaya-biaya siluman yang mereka harus keluarkan. Kualitas infrastruktur hasil pembangunan juga buruk akibat besarnya korupsi yang disunat dari anggaran proyek. Sering kita dengar bangunan runtuh, jalan rusak, jembatan ambruk tidak lama setelah diresmikan.
Mengingat begitu dasyatnya dampak dari korupsi tersebut maka kita harus bahu membahu menyatukan tekat untuk bersama-sama perang melawan korupsi. Paling tidak seperti yang AA Gym katakan dalam setiap ceramah yang terkena dengan 3 M nya yaitu Mulai diri sendiri, Mulai saat ini dan Mulai dari yang kecil. Prinsip 3M ini sangat dasyat kalau semua pihak dapat menjalankannya, hasilnya korupsi bisa ditekan seminimal mungkin. Berikut ini ada beberapa usulan yang diharapkan bisa mengurangi korupsi :
1.Perkuat pilar agama. Kalau hal ini berhasil dilakukan, Insya Allah korupsi secara berangsur-angsur akan lenyap dari bumi Indonesia. Ingat Allah SWT berarti tidak akan berbuat korupsi. Siksa yang pedih akan menimpa orang yang berbuat korupsi entah di dunia atau akhirat nantinya. Sedari kecil hendaknya ditanamkan ajaran-ajaran agama sehingga pada saat dewasa akan menjadi tembok yang sangat kokoh menghadapi terjangan angin, ombak maupun fenomena kehidupan lainnya.

2.Tegakan supremasi hukum seadil-adilnya dan Korupsi diberlakukan sebagai kejahatan besar dengan memberikan hukuman berat. Hal ini dilakukan agar orang menjadi jera melakukan korupsi. Kalau perlu pelaku korupsi dikenakan hukuman mati seperti yang dijalankan di China.

3.Tingkatkan kesejahteraan pegawai. Artinya untuk memerangi korupsi maka sebaiknya diberikan gaji dan fasilitas yang cukup. Memang hal ini berat bagi pemerintah untuk menyediakan anggaran yang sangat besar. Namun hal ini dapat dilakukan dengan melakukan langkah-langkah efisiensi-efisiensi yang selama ini membebani anggaran.

4.Perkuat sistim pengawasan dalam setiap pelaksanaan proyek. Kondisi ini mutlak diperlukan untuk memangkas kesempatan orang berbuat korupsi.

5.Tayangkan foto pelaku korupsi dalam media massa. Mungkin bertentangan dengan HAM, namun efektif membuat malu si pelaku korupsi.

Lima langkah tersebut kalau betul-betul dijalankan. Insya Alllah kita akan menikmati indahnya negara tercinta ini terbebas dari korupsi, masyarakat yang hidup tenang damai dan sentosa. Semoga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar