Momentum setiap pergantian tahun merupakan peristiwa yang selalu ditunggu-tunggu. Berbagai ajang pesta digelar untuk menyambut datangnya tahun baru. Bagi kalangan berduit merayakan peristiwa tersebut di hotel-hotel berbintang. Sementara kalangan wong cilik membanjiri panggung-panggung hiburan gratis yang digelar oleh pemerintah daerah. Para Artis meraup rejeki yang besar dari berbagai pesta menyambut tahun baru. Penjual terompet juga tidak ketinggalan mendapatkan limpahan rejeki dari acara tersebut. Anak-anak muda tumpah ruah di jalan protokol. Semua bergembira, seakan tidak mau ketinggalan prosesi perpindahan tahun 2008 menuju tahun 2009.
Tanggal 31 Desember 2008 yang merupakan penghujung tahun, saya pulang lebih cepat dari biasanya. Setelah tenggelam dengan pekerjaan yang menumpuk dalam beberapa hari terakhir, akhirnya saya bisa bernapas lega. Pada hari itu sisa pekerjaan yang harus diselesaikan berkurang banyak. Oleh karena itu, tengah hari saya sudah menyelesaikan semua pekerjaan. Rasanya hari itu, saya dan teman-teman sudah tidak konsentrasi bekerja. Di pikiran kita adalah cepat pulang ke rumah dan merayakan tahun baru dengan keluarga. Saya sendiri, bingung karena belum punya rencana apapun untuk menyongsong datangnya tahun baru. Mau keliling kota, sudah kebayang betapa macetnya jalananan di setiap sudut kota jakarta. Merayakan pesta tahun baruan di hotel, selain biayanya mahal, saya juga belum booking hotel. Saat memasuki gang menuju rumah tempat tinggal. Saya terkejut di depan rumah sudah berdiri tenda. Bapak-bapak di lingkungan tempat tinggal saya, nampak lagi sibuk mempersiapkan suatu acara. Saat saya lagi melintas, salah seorang tetangga mengundang saya untuk hadir dalam acara perayaan menyambut datangnya tahun baru.
Saya lihat, di bawah tenda sudah disiapkan satu kotak besar yang ternyata isinya ikan-ikan segar yang langsung dibeli dari pasar Ikan Muara Karang. Ternyata para tetangga sedang mempersiapkan pesta menyambut tahun baru dengan mengadakan pesta ikan dan ayam bakar. Asyik, akhirnya saya punya acara untuk merayakan datangnya tahun baru. Acara ini istemewa bagi saya karena setelah 17 tahun meretas hidup di Jakarta baru sekali ini mengadakan pesta ikan bakar untuk merayakan tahun baru. Pesta bakar membakar daging segar di taman-taman kota pernah saya lakukan bersama-sama teman waktu sekolah di Canberra-Australia. Setelah berkutat dengan ujian yang memusingkan kepala, beramai-ramai kita menuju taman kota, masing-masing pelajar membawa potongan daging segar untuk melakukan pesta barbeque. Di taman kota biasanya disediakan tungku pemanas untuk melakukan pesta barbeque.
Pesta bakar ikan di Tebet ini, berbeda dengan yang pernah saya alami. Berbekal tungku pembakar yang biasanya digunakan tukang sate, para pembakar ikan amatir dengan riang gembira mulai membakar ikan-ikan segar tersebut. Sementara itu, bapak-bapak yang lain asyik bersenda gurau berdiskusi berbagai topik sambil menanti bergeraknya jarum jam menuju angka 24.00 WIB. Cira rasa menjadi urusan yang kesekian. Berkumpulnya bapak-bapak yang selama ini jarang kumpul karena kesibukan masing-masing sudah menjadi bumbu penyedap dari acara pesta ikan bakar. Bahkan cuaca pun bersahabat mendukung pelaksanaan acara tahun baru di tempat tinggal saya. Satu persatu ikan sudah mulai siap santap . Bapak-bapak sambil asyik ngobrol juga mulai mencicipi gurihnya ikan bakar ala barbeque Tebet. Tidak ketinggalan saya pun ikut menyantap ikan kakap bakar dengan dibumbui kecap yang dicampur potongan cabe rawit. Semakin malam obrolan semakin memanas dan mengasyikkan. Topik bensin dan gas yang tiba-tiba menghilang, pemilihan presiden baru di 2009, jam sekolah anak-anak sekolah yang dimajuin pukul 06.30, ramalan-ramalan dari paranormal tentang peristiwa-peristawa yang akan terjadi di tahun 2009 terus bergulir dalam obrolan tersebut.
Tak terasa waktu terus bergerak dan jarum pendek dan panjang jam menunjukkan angka 24.00 WIB. Kita pun langsung meniup terompet begitu angka jarum panjang bergerak ke angka 12. Tak berapa lama kemudian, langitpun menjadi berwarna-warni saat ratusan kembang api diluncurkan. Suasana menjadi ramai karena petasan-petasan ikut meningkahi keramaian memasuki tahun baru 2009. Suasana betul-betul menjadi semarak karena ternyata ibu-ibu yang tadinya melakukan acara ngrumpi di tempat lain ikut bergabung. Suasana betul-betul meriah seakan datangnya tahun baru memberi harapan yang lebih baik.
Saat jam menunjukkan angka 02.00 WIB tanggal 1 Januari 2009, mata ini sulit untuk kompromi, saya undur diri dari acara tersebut. Tahun 2009 sudah datang, pikiran pun dipenuhi dengan rencana-rencana yang akan dilakukan dalam tahun ini. Tentu, keinginan dan harapan saya tahun 2009, memberikan peruntungan yang lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Semoga.
07 Januari 2009
Langganan:
Komentar (Atom)