04 Maret 2008

MEMPERKOKOH JALINAN KELUARGA

Oleh Heri Ispriyahadi
Keluarga Sakinah Warohmah dan Mawadah adalah angan-angan yang ingin digapai oleh semua orang. Keluarga yang dipenuhi saling mencintai, menyayangi, saling menghormati satu sama lain dambaan semua insan di dunia ini. Namun ternyata mewujudkan keluarga seperti itu bukanlah pekerjaan membalik telapak tangan. Dibutuhkan usaha keras dan dukungan dari semua pihak dalam keluarga baik Ayah, ibu dan anak. Namun yang paling besar tanggung jawabnya adalah Ayah sebagai kepala keluarga. Peran Ayah sangat vital sebagai nahkoda yang akan menggerakkan kemana kapal akan berlayar dan berlabuh. Ibu pun tidak kecil peranannya dalam pembangunan watak dan karakter anak-anak serta mengatur keuangan keluarga.
Dalam konteks agama, istri adalah ladang amal bagi suami, sebaliknya suami merupakan hamparan samudra tak bertepi bagi bhakti seorang istri. Untuk saling memberi, menyayangi dan berusaha memahami. Allah-lah yang menganugerahkan rasa cinta kepada keduanya, agar saling berkasih sayang dan merasa tenteram dalam hidupnya.
Peran keluarga dalam tatanan kehidupan bermasyarakat dan bernegara juga signifikan. Kemakmuran negara dibangun dulu unsur yang paling kecil yaitu menciptakan keluarga-keluarga yang sakinah. Keluarga makmur, masyarakat pun akan makmur dan akhirnya negara pun menjadi makmur dan sentosa. kemakmuran negara akan tecapai yaitu negara yang “gemah ripah loh jinawe” (negara kaya yang masyarakatnya makmur).
Keharmonisan keluarga harus selalu dijaga dalam kondisi apapun baik saat menghadapi masa sulit maupun masa senang. Tidak dipungkiri menyatukan dua orang yang berasal dari latar belakang yang berbeda dengan berbagai pernak perniknya menjadi satu bukanlah pekerjaan mudah. Untuk itu diperlukan toleransi dan rasa saling pengertian kedua belah pihak. Namun saat ikrar Ijab Kabul diucapkan sudah semestinya yang muncul kepermukaan adalah cita-cita untuk membangun keluarga yang sakinah maromah dan mawadah. Apapun halangan yang menghadang dalam menempuh biduk kehidupan harus dihadapi bersama. Berikut ini beberapa tips yang bisa melanggengkan perkawinan kita berikut ini:
1. Jadikanlah keluarga sebagai istana yang paling nyaman di dunia. Apapun masalah yang kita hadapi baik di pekerjaan maupun di tempat lain selama ada keluarga yang dipenuhi dengan rasa saling menyayangi, menghormati dan pengertian membuat pulang ke rumah rasanya nikmat sekali.
2. Saling pengertian dan saling menghormati. Permasalahan yang sering terjadi dalam berumah tangga adalah rasa mau menang sendiri. Pasangan hidup dipaksa untuk mengikuti apa yang dimaui dan keduanya tidak mau saling mengalah. Misal suami menyenangi travelling dan kumpul sama teman-temannya. Kalau sudah berkeluarga hendaknya hobby tersebut disesuaikan. Artinya dia juga harus memperhatikan keluarganya karena sudah ada tanggung jawab yaitu keluarga. Kalau perlu istri diajak ikut untuk mengenalkan hobby suami. Demikian pula sebaliknya.
3. Tanggung jawab bersama dalam mendidik anak. Tugas utama suami memang mencari nafkah diluar dan istri bertanggung jawab untuk urusan dapur, mengelola keuangan dan mendidik anak. Namun demikian suami tidak sertta membebankan pendidikan anak semuanya ada di pundak istri. Sebagai nahkoda keluarga suami harus juga ikut mengarahkan dan membimbing anaknya.
4. Frekuensi kebersamaan harus selalu dijaga. Mungkin dua minggu sekali atau sebulan sekali diusahakan untuk pergi bersama-sama. Tidak harus ketempat yang lebih mahal, yang terpenting adalah untuk menciptakan kebersamaan.
5.Perkokoh fondasi rumah dengan tiang agama. Rumah hendaknya dijadikan ladang amal yang baik Ayah, Ibu dan anak. Untuk itu sebaiknya rumah selalu dipenuhi dengan pendidikan agama. Memberikan pendidikan agama kepada anak sedini mungkin merupakan tindakan yang sangat dianjurkan. Hal ini sangat penting karena akan menjadi benteng yang sangat kokoh pada saat anak-anak menginjak dewasa.
6. Ciptakan suasana yang nyaman bagi anak-anak bahwa orang tua menjadi teman diskusi dan curhat yang menyenangkan. Biasakan agar anak tidak mencari tempat curhat di luar rumah yang kadang-kalang malah menjerumuskan anak pada perbuatan terlarang. Orang tua yang dapat berperan sebagai Ayah Ibu dan teman bagi anak menjadikan anak akan mengadukan segala permsalaha yang dihadapi.

Dengan menjalankan paling tidak 6 tips diatas, Insya Allah angan-angan membentuk keluarga yang harmonis bukanlah suatu kayalan tetapi kenyataan yang kita jalani. Semoga.

1 komentar: