27 Desember 2008

OPTIMIS MEMBAWA NIKMAT

Oleh : Heri Ispriyahadi

Seorang eksekutif muda termenung di sudut mejanya, dunia seolah-olah runtuh setelah proyek besar yang dimenangkannya tiba-tiba dibatalkan oleh pemberi proyek. Resesi ekonomi di Amerika Serikat yang menyeret negara-negara lain termasuk Indonesia telah memporak randakan mimpi indah si executive muda tersebut. Ekonomi melambat, likuiditas mengering dan tingkat pengangguran terus bergerak naik menjadi warna ekonomi pada hampir seluruh negara di pelosok dunia. Bank-bank penyandang dana menarik diri akibat mengalami kesulitan likuiditas. Untung besar yang terpampang di pelupuk mata lenyap tak berbekas tersapu gelombang tsunami batalnya proyek. Padahal untuk mempersiapkan proyek tersebut, dia telah mengerahkan hampir seluruh energi dan dana yang dimilikinya.
Walau berat beban yang dihadapi oleh eksekutif muda namun dia tidak larut dalam kesedihan yang mendalam. Dia masih menyimpan secercah harapan yaitu semangat tak mudah menyerah dan optimis dalam menghadapi setiap masalah. Si eksekutif muda percaya bahwa semua masalah pasti ada jalan keluarnya. Kegagalan tidak disikapi dengan penyesalan, namun sebagai cambuk untuk meraih asa ke depan yang lebih baik. Rasa percaya diri dan optimis yang terpatri kuat dalam sanubarinya menjadi kekuatan dasyat untuk mengatasi segala permasalahan-permasalahan yang dihadapinya. Bahkan kekuatan inilah yang telah mengantarkannya menjadi salah satu eksekutif termuda pada perusahaan tersebut
Tidak jauh dari perusahaan si eksekutif muda, terlihat seorang pemuda yang tergeletak pingsan di di pinggir jalan. Dari mulutnya tercium aroma alkohol yang menyengat. Nampaknya si pemuda, mabuk setelah menenggak berbotol-botol minuman keras. Si pemuda mengambil jalan yang salah untuk mengatasi persoalan hidup yang dihadapinya. Perusahaan yang selama ini menjadi gantungan hidupnya tidak kuat bertahan untuk menghadapi ketatnya persaingan. Perusahaan terus merugi sehingga langkah yang ditempuh untuk menyelamatkan kelangsungan hidupnya adalah mengurangi pegawainya. Sialnya, ternyata si pemuda termasuk yang ikut di PHK. Kondisi ini memukul jiwanya karena selama ini dia menjadi gantungan hidup dari keluarganya.
Sudah berpuluh-puluh, bahkan beratus-ratus lamaran disebar, namun sampai saat ini tidak satupun ada perusahaan yang mau menerimanya. Sementara tabungan yang selama ini susah payah dikumpulkan semakin menipis untuk membiayai hidup keluarganya. Satu persatu barang yang ada di rumah mulai dijual. Istri yang sangat dicintai telah meninggalkannya karena tidak tahan hidup menderita. Dia merasa betul-betul sendiri hidup di dunia ini. Di saat jiwanya rapuh bukannya lebih mendekatkan diri pada sang maha pencipta dan mencari jalan keluar untuk mengatasi masalah. Dia memilih mabuk-mabukan sebagai jalan pintas. Setelah mabuk semua permasalahan yang menderanya seolah lenyap, dan yang tersisa hanyalah perasaan senang. Namun semua itu hanya fatamorgana, sesudah sadar kembali si pemuda masih menghadapi kenyataan hidup sebagai pengangguran. Semuanya itu semu, masalah pekerjaan belum terselesaikan, malah menyusul masalah baru yaitu kesehatan terganggu dan rumah tangga berantakan.
Dari dua kasus diatas, kita bisa menarik kesimpulan bahwa ternyata optimisme perlu dibangun dalam setiap kita melangkah dalam hidup ini. Optimisme adalah keyakinan dan harapan yang ingin diraih. Mungkin diantara kita sudah sering mendengar atau membaca slogan-slogan yang memotivasi kita. Orang lain bisa tentu kita juga bisa. Tidak ada persoalan yang tidak ada jalan keluarnya. Kegagalan adalah pintu gerbang menuju keberhasilan. Kata-kata mutara atau slogan ini kalau diresapi dan dilaksanakan dengan sepenuh hati akan menjadi mesin motivator yang dasyat untuk menatap masa depan yang gemilang.
Pengalaman orang-orang sukses adalah orang-orang yang selalu yakin dan percaya bahwa mereka akan mencapai tujuan yang diinginkannya dalam hidup ini. Sekali tujuan ditetapkan mereka akan mengerahkan segala energi dan upayanya untuk meraih cita-citanya. Jatuh bangun dalam mengejar cita-cita dianggap sebagai variasi dalam hidupnya. Dan yang terpenting mereka tetap fokus pada apa yang dicita-citakan dan pantang menyerah sebelum semuanya itu tecapai. Pengalaman dari Thomas Alfa Edison menunjukkan kegigihan dia dalam menemukan lampu pijar setelah sampai 10.000 kali percobaan akhirnya dia berhasil. Keuletan dan ketekunan yang dilakukan oleh Alfa Edison menginspirasi kita bahwa semangat pantang menyerah akan menuai keberhasilan.
Membangun optimisme adalah kekuatan dasyat yang akan menggiring kita untuk meraih apa yang kita inginkan. Paling tidak rasa optimis membuat kita nyaman dalam melangkah. Perlu diingat bahwa untuk menuju suatu tempat dimulai dari satu langkah kita. Demikian pula untuk mewujudkan kesuksesan juga dimulai dari satu langkah yaitu optimis. Permasalahannya adalah bagaimana dapat mematrikan rasa optimisme dalam segala perbuatan dan tindakan yang kita lakukan. Tentu, ada beberapa catatatan yang bisa kita rujuk untuk membangun rasa optimisme tersebut.
1. Tumbuhkan semangat kalau orang lain bisa kitapun juga bisa.
2. Jangan memandang remeh diri sendiri atau kalah sebelum bertanding. Sering kita dengar keluhan seseorang yang gagal menyalahkan diri sendiri karena orang lain lebih pintar sehingga berhasil.
3. Kita harus yakin dan percaya bahwa setiap usaha keras yang kita lakukan sepanjang berada di jalan yang benar pasti akan mendapat ridho Allah SWT.
4. Selalu berpikir positif bahwa setiap masalah pasti ada jalan keluarnya.
5. Tumbuhkan semangat pantang menyerah.
6. Dukungan keluarga perlu ditingkatkan.

Enam tips tersebut kalau kita jalankan dengan sungguh-sungguh akan membawa kita menjadi pribadi yang tangguh dan tidak mudah menyerah. Insya Allah akan berhasil membawa kita pada setiap tujuan yang anda inginkan. Semoga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar